Siapkan Generasi Pramuka Tangguh, MAN 2 Cirebon Gelar MOP Kelas 10
Masa Orientasi Pramuka (MOP) bagi peserta didik kelas 10 MAN 2 Kota Cirebon mulai dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan dan pembekalan kepramukaan bagi peserta didik baru sekaligus persiapan menghadapi kegiatan TTCT (Tamu Tegak ke Calon Tegak).
MOP dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dengan melibatkan pengurus Pramuka kelas 11 dan 12 sebagai fasilitator. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik kelas 10 mendapatkan berbagai pembekalan dasar kepramukaan melalui pendampingan langsung dari kakak-kakak pengurus.
Keterlibatan pengurus kelas 11 dan 12 sebagai fasilitator menjadi bagian dari proses kaderisasi dalam organisasi Pramuka. Selain membantu peserta didik kelas 10 memahami materi dan kegiatan kepramukaan, para pengurus juga belajar mengembangkan kemampuan memimpin, berkomunikasi, bekerja sama, dan memberikan pendampingan kepada anggota baru.
Selama tiga kali pertemuan, peserta didik diarahkan untuk mengenal lebih dekat kegiatan kepramukaan, membangun kekompakan, serta mempersiapkan berbagai kemampuan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan TTCT. Kegiatan dikemas sebagai proses pembelajaran yang menekankan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, dan tanggung jawab.
Pembina Pramuka MAN 2 Kota Cirebon, Muhammad Fatcurrohman, menegaskan bahwa MOP tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan organisasi, tetapi merupakan tahap awal untuk membentuk kesiapan mental dan karakter peserta didik sebelum mengikuti kegiatan yang lebih kompleks.
“MOP ini bukan hanya tentang mengenalkan Pramuka kepada peserta didik kelas 10, tetapi bagaimana mereka mulai belajar disiplin, bekerja sama, bertanggung jawab, dan memiliki keberanian untuk mengikuti setiap proses. Tiga kali pertemuan ini kami manfaatkan sebagai persiapan agar mereka lebih siap menghadapi kegiatan TTCT,” ujar Pembina Pramuka.
Menurutnya, kehadiran pengurus Pramuka kelas 11 dan 12 sebagai fasilitator juga memiliki nilai penting dalam proses kaderisasi. Peserta didik kelas 10 dapat belajar dari pengalaman kakak kelas, sementara para pengurus memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
“Saya berharap kakak-kakak pengurus tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan contoh. Karena dalam Pramuka, keteladanan menjadi bagian penting dari pendidikan. Adik-adik kelas 10 perlu melihat bagaimana seorang Pramuka bersikap disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja dalam tim, dan peduli terhadap sesama,” tambahnya.
Pelaksanaan MOP selama tiga pertemuan diharapkan mampu menjadi fondasi bagi peserta didik kelas 10 untuk mengikuti kegiatan TTCT dengan lebih percaya diri dan siap secara fisik maupun mental. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi Pramuka serta memperkuat budaya kaderisasi di lingkungan MAN 2 Kota Cirebon.