H. Asep Firmansyah: ASN MAN 2 Kota Cirebon Harus Adaptif dan Mandiri
Kementerian Agama Kota Cirebon terus mendorong transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja aparatur. Hal tersebut disampaikan Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Cirebon, H. Asep Firmansyah, kepada pegawai MAN 2 Kota Cirebon, Rabu (2/9/2026), di aula madrasah.
Dalam penyampaiannya, H. Asep Firmansyah menekankan bahwa perkembangan teknologi menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk semakin adaptif dan mandiri dalam menjalankan tugas. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan budaya kerja menuju pelayanan yang lebih efektif, tertib, dan profesional.
Menurutnya, kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi harus diiringi dengan kemauan untuk belajar dan meningkatkan kemandirian. Setiap pegawai diharapkan tidak selalu bergantung kepada orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan sistem digital, melainkan mampu memahami, mengoperasikan, dan menyelesaikan tugas secara mandiri.
“Teknologi terus berkembang. Kita sebagai ASN harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Jangan sampai ketika ada aplikasi atau sistem baru, kita selalu bergantung kepada orang lain. Kemandirian dalam menggunakan teknologi menjadi bagian dari tuntutan profesionalitas kita sebagai ASN,” ungkap H. Asep Firmansyah.
Selain berbicara mengenai transformasi digital, H. Asep Firmansyah juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi. Menurutnya, seluruh pegawai merupakan bagian dari satu keluarga besar Kemenag Kota Cirebon yang memiliki tugas dan tanggung jawab bersama untuk membangun citra positif lembaga.
“Kita adalah satu keluarga besar yang mempunyai tugas yang sama, yaitu membesarkan nama Kemenag Kota Cirebon. Untuk itu, kita bersama-sama memiliki tanggung jawab menjaga nama baik Kemenag Kota Cirebon,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga nama baik institusi tidak hanya dilakukan melalui pencapaian kinerja, tetapi juga tercermin dari sikap, kedisiplinan, integritas, etika, dan cara ASN memberikan pelayanan kepada masyarakat.
ASN, lanjutnya, juga harus mampu menjadi role model di lingkungan kerja. Keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui kedisiplinan dalam melaksanakan tugas, profesionalitas dalam bekerja, serta kesiapan menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi.
“Setiap pegawai membawa nama besar Kementerian Agama. Karena itu, apa yang kita lakukan, bagaimana kita bekerja, dan bagaimana kita memberikan pelayanan akan menjadi bagian dari penilaian masyarakat terhadap institusi,” tambahnya.
Transformasi digital pada akhirnya bukan sekadar perubahan dari sistem manual menuju sistem elektronik. Lebih dari itu, digitalisasi merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja ASN yang lebih cepat, efektif, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan digitalisasi dan kemandirian ASN tersebut, diharapkan pegawai MAN 2 Kota Cirebon semakin siap menghadapi tuntutan pekerjaan di era digital. Teknologi tidak hanya dipandang sebagai alat bantu administrasi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan.