MAN 2 Kota Cirebon Hadirkan Katim Kurikulum Kanwil Kemenag Jawa Barat Bahas Implementasi KBC
Sesi pertama Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN 2 Kota Cirebon yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) disampaikan oleh Ketua Tim Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Hj. Widya Arthawati, M. Pd. Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh guru memahami arah kebijakan kurikulum sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran di madrasah.
Mengawali materi, Hj. Widya menjelaskan bahwa Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan pembelajaran di madrasah. Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap regulasi tersebut akan membantu guru merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Selanjutnya, ia mengulas pentingnya pemetaan Capaian Pembelajaran (CP), materi ajar, serta integrasi Topik Panca Cinta dalam proses pembelajaran. Guru didorong untuk menyusun pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter melalui setiap aktivitas belajar di kelas.
Pada bagian akhir, Hj. Widya memaparkan strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan KBC tidak hanya ditentukan oleh perangkat pembelajaran, tetapi juga oleh sikap dan keteladanan guru dalam membangun hubungan yang positif dengan peserta didik.
"Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep atau kebijakan, tetapi harus diwujudkan dalam setiap proses pembelajaran. Guru perlu memahami karakter peserta didik, menghadirkan pembelajaran yang bermakna, serta membangun ruang kelas yang penuh empati sehingga peserta didik dapat berkembang secara akademik maupun karakter," ujarnya.
Sebagai penutup, Hj. Widya mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum tidak cukup diukur dari tersampaikannya materi pembelajaran, tetapi dari dampak yang dirasakan oleh peserta didik.
"Keberhasilan sebuah kurikulum dilihat dari bagaimana kurikulum tersebut berdampak pada peserta didik dalam kehidupan, yang ditunjukkan melalui perubahan sikap ke arah yang lebih positif," pungkasnya.