Upacara Hari Kesaktian Pancasila, MAN 2 Kota Cirebon Ajak Siswa Jadikan Sejarah sebagai Pijakan Masa Depan
MAN 2 Kota Cirebon melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2026) di lapangan madrasah. Upacara diikuti oleh seluruh civitas madrasah dengan khidmat.
Kepala MAN 2 Kota Cirebon, H. Casita, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh warga madrasah untuk memaknai Hari Kesaktian Pancasila tidak sebatas sebagai peringatan terhadap sebuah peristiwa sejarah, tetapi sebagai momentum untuk belajar dari masa lalu dan menata langkah menghadapi masa depan.
Menurutnya, setiap peristiwa sejarah memiliki nilai yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya. Sejarah bukan sekadar cerita tentang apa yang telah terjadi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar tentang perjuangan, persatuan, keteguhan, dan pentingnya menjaga nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa.
“Jangan sampai kita hanya mengenang peristiwanya, tetapi tidak mengambil nilai yang ada di dalamnya. Sejarah harus kita maknai sebagai pelajaran. Kita boleh mengenang masa lalu, tetapi jangan sampai terkungkung dalam nostalgia. Yang harus kita lakukan adalah mengambil nilai dari sejarah itu untuk melakukan perubahan yang lebih baik,” ungkap H. Casita.
Ia menekankan bahwa perubahan yang dimaksud tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Bagi para pelajar, perubahan dapat dimulai dari cara berpikir, cara belajar, cara menyikapi persoalan, serta kesediaan untuk terus memperbaiki diri.
“Yang paling penting adalah perubahan mindset. Anak-anak kita harus berani berubah menjadi lebih baik. Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki hari ini. Terus belajar, terus bertanya, terus mengembangkan kemampuan, tetapi tetap memiliki nilai dan karakter,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. H. Casita mengingatkan bahwa generasi pelajar saat ini hidup pada zaman yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Kehadiran kecerdasan buatan atau AI merupakan bagian dari perubahan tersebut yang perlu disikapi dengan bijaksana.
“AI adalah bagian dari perkembangan zaman. Kita tidak perlu takut terhadap teknologi, tetapi kita juga tidak boleh menyerahkan seluruh kemampuan berpikir kita kepada teknologi. Manfaatkan AI untuk membantu belajar dan membuka wawasan, tetapi tetap gunakan akal, hati, dan nilai-nilai yang kita miliki,” pesannya.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila justru semakin penting di tengah kemajuan teknologi. Ketika informasi dapat diperoleh dengan mudah dan teknologi mampu membantu berbagai pekerjaan, manusia tetap membutuhkan nilai sebagai pedoman untuk menentukan mana yang baik, benar, dan bermanfaat.
Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MAN 2 Kota Cirebon diharapkan tidak berhenti pada upacara dan pengibaran bendera. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenang sejarah dengan penuh penghargaan, mengambil pelajaran darinya, kemudian meneruskannya melalui karya, prestasi, karakter, dan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.