Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Warnai Panen Karya Siswa MAN 2 Kota Cirebon
MAN 2 Kota Cirebon menggelar kegiatan panen karya kokurikuler P5RA yang bertema Suara Demokrasi dengan topik yaitu Suaraku, Hak dan Kewajiabnku. Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 September. Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari latihan mengutarakan pendapat, berdiskusi, hingga mengambil keputusan secara adil dan bijaksana.
Koordinator Tema 1, Yoernalisa Novi Setyarini, S.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih siswa untuk berani menyampaikan aspirasi sekaligus menghargai perbedaan pendapat. "Selama dua pekan kami dari tim tema 1 bersama fasilitator membekali siswa-siswi kelas X terkait demokrasi baik secara teori maupun praktik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ini diharapkan siswa mampu belajar menghargai perbedaan pendapat, hingga belajar mengambil keputusan dengan adil dan bijaksana," ungkapnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyelenggaraan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS. Kepala MAN 2 Kota Cirebon, Drs. H. Casita, MA., dalam sambutannya menekankan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi. “Hari ini akan diselenggarakan pemilihan ketua OSIS, oleh karena itu pilihlah calon yang benar-benar mau bekerja dan berkomitmen membangun madrasah,” pesannya.

Bapak Casita juga menekankan pentingnya organisasi bagi siswa tanpa meninggalkan proses akademiknya. "Organisasi merupakan hal yang penting, tetapi bukan menjadi alasan untuk meninggalkan proses akademik. Oleh karena itu, kita perlu menanamkan keseimbangan antara prestasi organisasi dan pencapaian belajar,” tambahnya.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran panen karya siswa yang menampilkan pementasan musikal puisi, menyanyikan lagu-lagu wajib nasional, serta pelaksanaan pemungutan suara pemilihan OSIS. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Dengan kegiatan ini, MAN 2 Kota Cirebon berharap siswa tidak hanya memahami makna demokrasi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan nyata di lingkungan madrasah maupun masyarakat.





