H. Dudu Rohman Tekankan Pentingnya Madrasah Bebas Perundungan di MAN 2 Kota Cirebon
Penguatan budaya antiperundungan di lingkungan madrasah menjadi pesan utama yang disampaikan H. Dudu Rohman saat pencanangan madrasah ramah anak di MAN 2 Kota Cirebon, Jumat (6/11/2026). Ia menegaskan bahwa madrasah harus menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Dalam arahannya, Dudu mengingatkan bahwa madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat peserta didik mempelajari ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan akhlak. Karena itu, nilai-nilai kebaikan yang dipelajari di madrasah harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam berinteraksi dengan teman, guru, maupun dalam bermasyarakat.
“Madrasah bukan hanya untuk belajar agama. Alumni madrasah tidak boleh menghina atau mencaci maki sesama teman maupun pemimpin. Alumni madrasah harus bersikap adil dan memiliki akhlak yang baik kepada sesama dan kepada guru” tegasnya.
Selain menekankan pentingnya akhlak, Dudu juga mengingatkan warga madrasah agar bijak dalam menerima dan menyampaikan informasi. Ia mengajak peserta didik untuk tidak mudah menyebarkan berita bohong atau informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan mengganggu persatuan bangsa.
Terkait pencanangan Madrasah Ramah Anak, ia secara tegas menyampaikan bahwa lingkungan pendidikan harus terbebas dari tindakan perundungan, baik secara verbal maupun bentuk lainnya.
“Hari ini saya akan melaunching Madrasah Ramah Anak yang bebas dari bullying dan perundungan di MAN 2 Kota Cirebon,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa terwujudnya madrasah ramah anak membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Sikap saling menghormati, menjaga tutur kata, berlaku adil, serta membangun kepedulian terhadap sesama perlu menjadi bagian dari budaya sehari-hari.